Pages

April 9, 2012

Rumus-rumus Statistika dalam Ms. Excel

Biometri...ohh. biometri.... Bener-bener deh mengalihkan duniaku nih, hahaha. Perasaan semester dua ini banyak banget hal-hal, khususnya mata kuliah, yang menyita waktu sekali *lebai*. Padahal sebenarnya semester dua ini semester yang lumayan santai. Tapi ya itu tadi, ada beberapa mata kuliah yang cukup ekstrim dalam isi materinya. Sebut saja biokimia dan biometri. Penuh dengan bio-bio nan, *yaiyalah, namanya jurusan biologi*. 

Pertama biokimia, sebenernya biokimia itu lumayan menyenangkan sih, tetapi materinya itu loh, bejibun...bbeeuhh... Kalo kata 7icon mah, "gak..gak..gak kuat" LOL. Biokimia menjadi mata kuliah paling berpengaruh dalam sejarah pembolosanku. Pernah gara-gara mau presentasi biokimia dan harus konsultasi ma dosen sebelumnya, aku bersama teman-teman seperjuanganku harus rela meninggalkan mata kuliah lain. Padahal, pada akhirnya dosen yang mau diajak konsultasi malah gak bisa datang. Yah, gak apa-apalah, namanya juga perjuangan. Perjuangan demi menghadapi dosen yang notabene paling killer. hehehhe. (gak juga sih sebenernya, eh, iya juga nding, atau aku saja yang terlalu cuek).

Kedua, biometri. Sebenernya lagi, biometri ini cukup menyenangkan juga, karena berhubungan dengan hitung menghitung. Yah, biasalah...di rumah tu terbiasa hitung-menghitung utang. Tapi, ini berbeda. Biometri atau biostatistika tentu saja mempelajari bagaimana menganalisis data hasil penelitian sesuai dengan prosedur yang benar. Menguji bagaimana kenormalannya distribusinya *padahal yang nguji aja tidak normal* hahaha. Membuat tabel frekuensi yang benar, menghitung simpangan baku, dan bla bla bla...

Materi kuliah lumayan menarik, dan bikin bersemangat *kadang*. Tetapi dosennya, hhmmm...bikin istighfar terus-terusan deh. Namanya juga baru mahasiswa strata 1, tu ja masih semester 2 lagi, udah di ajar profesor. Secara beliau sudah banyak makan garam *kasian ya, gak ada lauk mungkin*..eiiittsss. maksudku sudah berpengalaman gitu loh.... Kalo masalah kepinteran sih, sudah tak ada ragu lagi, namanya juga professor, nah, masalahnya ngajar mahasiswa kayak aku, yang masih labil gini dalam hal biometri ataupun ilmu statistik *sok imut, innocent*. Mana sekali ngeprin modul kuliah bisa bikin pengeluaran membengkak *lebai*. Haduhhh..astagfirullah deh, padahal tujuan utama aku menulis kali ini bukan membicarakan orang lain. #focused #enough

contoh tabel dalam perhitungan statistik
Oke, karena judulnya aja udah keren, maka langsung to the point aja deh. Tabel di atas ialah salah satu contoh data hasil penelitian. Data tersebut kemudian dianalisis secara statistik menggunakan program microsoft excel. Data tersebut diuji kenormalannya menggunakan uji Liliefors. Komponen nilai yang dibutuhkan seperti di gambar. Nah, di sini aku akan menunjukkan rumus-rumus statistika apa saja yang digunakan untuk mencari nilai-nilai tersebut. Bagi yang sudah tahu, tolong ingatkan jika ada kesalahan.

Berikut adalah rumus-rumusnya:

Mencari nilai Zi

Nilai Zi pada tabel tersebut dicari menggunakan rumus =(B4-$C$27)/$C$28 (tanda $ digunakan karena rumus tersebut nantinya akan dicopy ke bawah). Kenapa sel B4 tidak diberi tanda $? karena sel B4 berfungsi sebagai variabel bebasnya (yang diubah-ubah) sementara sel C27 dan sel C28 sebagai variabel kontrol (yang dibuat tetap)

Mencari nilai F(Zi)

Untuk mencari nilai F(Zi) tidak ada rumusnya dalam excel, karena nilai ini dicari menggunakan tabel distribusi normal (tabel Z)
Count dan S(Zi)

Istilah count sebenarnya itu cuma istilahku sendiri saja untuk memudahkan. Setelah diketahui nilai F(Zi)-nya, langkah selanjutnya yaitu mencari nilai S(Zi). Nilai S(Zi) ini didapat dengan menghitung banyaknya Zi yang lain yang besarnya lebih kurang atau sama dengan Zi yang bersangkutan di bagi dengan banyaknya sampel. Disini mengharuskan kita untuk menghitung satu persatu berapa banyak nilai yang lebih kurang atau sama dengan nilai Zi tertentu. Sebagai contoh, data pertama, yaitu 0,9997. Ada berapa banyak nilai Zi lain yang besarnya dibawah atau sama dengan 0,9997.  Karena aku tadi males untuk menghitung satu persatu, akhirnya aku menemukan rumus untuk menghitungnya (tidak dihitung secara manual). Jika berdasarkan tabel diatas, rumus yang digunakan adalah =COUNTIFS($D$4:$D$23;"<=" & D4). Rumus ini menggunakan fungsi COUNTIFS, yaitu fungsi untuk menghitung angka pada sel tertentu dengan memberikan suatu kondisi atau kriteria. Pada kasus diatas, akan dicari nilai pada sel D4 sampai dengan D23 (diberi tanda $ karena tetap, tidak berubah) yang nilainya kurang lebih atau sama dengan (<=) sel tertentu pada range sel D4:D23. Setelah terhitung semua (kolom E) kemudian dibagi dengan banyaknya data (20) dan hasilnya adalah kolom F.

Menghitung nilai Li dan Li mutlak

Nilai Li adalah selisih antara F(Zi) dan S(Zi). Hasilnya bisa saja negatif, tetapi karena nilai Li mutlak maka tanda negatif pun hilang. Untuk menghilangkan tanda negatif pada hasil di kolom G, digunakan suatu fungsi untuk membuat nilai absolute atau mutlak. Fungsinya adalah fungsi absolute (ABS). Jika pada tabel di atas fungsinya adalah =ABS(G4).

Nah, cukup simpel kan, jika masih bingung bisa tanya deh lewat microsoft excel help and support, hehe. Atau mending langsung dicoba sendiri. Memang sih, masih banyak rumus-rumus dan fungsi statistik dalam miscrosoft excel, tetapi aku baru memahami beberapa fungsi tadi. Jadi daripada nanti aku malah menjerumuskan, mending tak sudahi dulu deh. Terima kasih sudah bersedia berkunjung dan membaca-baca di blog ku. Sampai jumpa!!

nb: maaf jika penjelasannya malah membuat kalian jadi kurang jelas, hehe, mending langsung dicoba aja.

4 comments:

  1. sel C27 dan C28 tidak terlihat di gambar ya kak? hehe. itu isinya apa? terima kasih

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete